Logo

Efektivitas Styrofoam sebagai Isolator Panas pada Atap Bidang Miring di Surabaya

Mintorogo, Danny Santoso and Widigdo, Wanda K. and Yuniwati, Anik (2013) Efektivitas Styrofoam sebagai Isolator Panas pada Atap Bidang Miring di Surabaya. Project Report. Petra Christian University, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Submitted Version
Download (673Kb) | Preview

    Abstract

    Cuaca di belahan bumi tropis akan berlainan di belahan bumi sub tropis dan dingin. Ciri-ciri yang dominan adalah suhu udara luar yang panas dan lembab akibat dari terpaan sinar matahari yang mengandung radiasi tinggi di sekitar garis ekuator. Rumah-rumah dan bangunan komersiil lebih banyak mempunyai bentuk atap perisai atau pelana dimana bentuk atap perisai atau pelana akan mempunyai ruang atap (attic room) lebih banyak untuk berfungsi sebagai peredam panas dari pada ruang atap dengan bentuk atap datar (plat datar). Untuk lebih mendapatkan efek peredam panas lebih banyak di ruangan atap maka bahan styrofoam 2 cm dipakai sebagai bahan penahan (isolator) panas diletakkan tepat dibawah lapisan bahan atap (genteng karang pilang). Penelitian ini akan menggunakan 2 model yang semuanya menggunakan atap genteng karangpilang : model pertama menggunakan atap biasa yang tanpa styrofoam berfungsi sebagai model referensi, kemudian model kedua menggunakan styrofoam di ruang atap. Semua percobaan di lakukan secara pengukuran setempat di atap plat beton datar di Universitas Kristen Petra dengan alat pengukur temperatur merk HOBO dari perusahaan Onset di USA. Setelah melalukan pengukuran selama 4 bulan (April – Juli 2013), hasil pengukuran ke empat bulan dengan kondisi termal sama, menunjukkan bahwa temperatur permukaan genteng karangpilang pada suhu puncak dapat mencapai 39oC dan suhu ruang atap (attic room) tanpa lapisan styrofoam lebih rendah 6oC dari temperatur genteng yaitu: 33oC. Sedangkan temperatur ruang atap (attic room) berlapis styrofoam lebih tinggi 1.5oC dari temperatur ruang atap tanpa lapisan styrofoam. Data suhu/temperatur setiap bulan menunjukkan bahwa model referensi dengan atap genteng karangpilang tanpa lapisan styrofoam dimana temperatur ruang atap lebih rendah dan lebih cepat mendingin dari ruang atap berlapis styrofoam. Penempatan styrofoam (semua lapisan bawah genteng di ruang atap) ternyata tidak efektif untuk mengurangi suhu ruang atap, justru mempertahankan suhu tingi.

    Item Type: Monograph (Project Report)
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architecture Department
    Depositing User: Danny Santoso Mintorogo
    Date Deposited: 18 Dec 2013 10:03
    Last Modified: 18 Dec 2013 10:03
    URI: http://repository.petra.ac.id/id/eprint/16285

    Actions (login required)

    View Item