Logo

PEMETAAN DAN PERENCANAAN KEBIJAKAN PENGGUNAAN ENERGI BAGI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI PROVINSI JAWA TIMUR

Semuel, Hatane and Rohi, Daniel (2011) PEMETAAN DAN PERENCANAAN KEBIJAKAN PENGGUNAAN ENERGI BAGI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI PROVINSI JAWA TIMUR. UK Petra.

[img] PDF
Download (1340Kb)

    Abstract

    Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salahsatu bentuk usaha yang berkembang di Indonesia. Salah satu sektor unggulan dalam pembangunan di Provinsi Jawa Timur (Jatim)yang menopang perekonomian masyarakat adalah melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kontribusi UMKM dalam membangunan perekonomian Jatim melalui share di PDRB mencapai 52,99. Hal ini sangat rasional karena potensi yang dimiliki wilayah Jatim sangat tinggi, yaitu mencapai 4.211.562 UMKM. Pemetaan jenis usaha dari jumlah tersebut 3.583.699 unit usaha (85,09) merupakan usaha mikro, 597.737 unit usaha (14,19) merupakan usaha kecil, 24.128 unit usaha (0,57) merupakan usaha menengah dan hanya 0.15 atau sebanyak 5.998 yang masuk dalam kategori pelaku usaha skala besar. Pada aspek proses produksi, energi listrik sebagai penggerak utama untuk industri. Data tahun 2009 tercatat Sektor industri di Jawa Timur menyerap energi litrik paling besar yakni 8.970.259 MWH, diikuti sektor domestik sebanyak 8.097.396 MWH, sektor perdagangan dan perhotelan 2.734.168 MWH dan pelanggan sosial sebesar 533.660 MWH. Penggunaan energi listrik merupakan komponen penentu harga pokok produk yang dihasilkan. Stimulus yang dilakukan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 70 tahun 2009 tentang konservasi energi adalah upaya sistematis, terencana,dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Upaya tersebut berdampak positip terhadap kinerja usaha UMKM di Provinsi Jawa Timur.Pemetaan dan evaluasi terhadap kebijakan konservasi energi tersebut di kalangan UMKM, dilakukan melalui bangunan konsep kebijakan pemerintah sebagai stimulus mendorong perubahan perilaku individu pekerja maupun sistem usaha, yang terpola dalam budaya kerja organsasi, dan berdampak pada kinerja organisasi. Hasil penelitian terhadap 150 pengusaha UMKM di Surabaya dan kabupaten Sidorajo membutikan bahwa terdapat pengaruh positip stimulus kebijakan konservasi energi terhadap perilaku kerja individu dan system kerja organisasi, yang keduanya berdampak positip pada budaya kualitas kerja organisasi dan kemudian mangakibatkan adanya kinerja yang positip. Pemahaman terhadap regulasi konservasi energi berdampak positip terhadap perilaku hemat listrik baik untuk organisasi maupun individu pekerja. Hal ini disebabkan penghematan listrik merupakan sebuah pilihan rasional dalam dunia nyata, terutama dunia usaha. Walaupun regulasi konservasi energi belum dipahami dengan baik oleh institusi UMKM, namun terlihat bahwa keinginan untuk berubah lebih baik dimiliki oleh UMKM. Berdasarkan pemahaman konsumen UMKM, bahwa regulasi konservasi yang memberikan reward dan punishment akan memberikan dampak posistip terhadap perilaku organisasi dan prilaku individu pekerja. Prilaku organisasi dan prilaku individu pekerja memberikan dampak positif terhadap budaya kualitas di kalangan UMKM.

    Item Type: Book
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
    Divisions: Faculty of Industrial Technology > Electrical Engineering Department
    Depositing User: Admin
    Date Deposited: 16 Sep 2013 23:20
    Last Modified: 28 Jan 2014 18:35
    URI: http://repository.petra.ac.id/id/eprint/16436

    Actions (login required)

    View Item