Logo

INVENTARISASI BENTUK DAN RAGAM HIAS PADA GUNUNGAN MAKAM RAJA-RAJA MADURA SEBAGAI NILAI TAMBAH UNTUK PEMBANGUNAN PARIWISATA DI MADURA

Tulistyantoro, Lintu and Sitinjak, Ronald Hasudungan Irianto (2007) INVENTARISASI BENTUK DAN RAGAM HIAS PADA GUNUNGAN MAKAM RAJA-RAJA MADURA SEBAGAI NILAI TAMBAH UNTUK PEMBANGUNAN PARIWISATA DI MADURA. UNIVERSITAS KRISTEN PETRA, SURABAYA. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF (LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA - DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI) - Other
Download (5Mb) | Preview

    Abstract

    Madura secara budaya terbagi menjadi 2 wilayah besar yaitu Madura barat dan timur. Madura barat meliputi wilayah Bangkalan dan Sampang serta Pamekasan, Madura timur secara khusus untuk sebutan Sumenep. Pamekasan sendiri adalah daerah peralihan antara Madura barat dan timur. Gunungan makam di Madura adalah salah satu identitas yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Hal ini merupakan sesuatu yang unik yang mewakili gambaran primordial awal masyarakatnya yang masuk kelompok ladang. Fungsi gunungan tidak hanya sekedar penyekat dengan kekayaan ragam yang luar biasa, tetapi memiliki makna filosofi yang sangat dalam. Dari ke lima makam yang masih dapat diamati, ada beberapa hal yang masih dapat dinikmati. Berdasarkan kristeria bentuk, bahan, ragam hias yang digunakan, gunungan tersebut dapat dikelompokan dalam beberapa kelompok. Berdasarkan bentuknya, gunungan yang ada di Madura terdapat 2 macam bentuk, yaitu segitiga dan segiempat. Perbedaan bentuk tersebut secara geografis dapat di bedakan berdasarkan wilayah, barat berbentuk segitiga dan timur berbentuk segiempat. Kecuali di pamekasan yang merupakan peralihan karena memiliki bentuk yang segitiga dan segiempat. Dari bahan yang digunakan juga dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu yang terbuat dari kayu dan batu. Hal ini juga sesuai dengan letak geografisnya dan ketersediaan material yang dapat terpetakan. Di Madura barat bahan yang digunakan adalah batu olet, jenis batu yang didapati disekitar wilayah tersebut. Sementara di Madura timur terbuat dari kayu. Ragam yang digunakan secara keseluruhan memiliki kesamaan, kecuali untuk gunungan yang berada di Sumemep memiliki perbedaan dalam hal ragam yaitu mulai digunakannya ragam Cina. Bahkan ragam Cina yang hadir menunjukan bentukan yang tidak mengalami adaptasi terhadap lingkungan lokalnya. Khusus untuk daerah peralihan antara barat dan timur terdapat dua kriteria tersebut, yaitu di daerah Pamekasan, memiliki dua macam bentuk gunungan, menggunakan dua bahan serta memiliki dua ragam. Saat ini kekayaan yang demikian ini hanya dilewati pengunjung saja, karena tujuan utama masyarakat menuju tempat tersebut adalah untuk ziarah. Perlu dikembangkan lagi potensi ini menjadi satu kekayaan yang wajib diketahui banyak orang, secara khusus untuk kalangan desain, arsitektur maupun heritage. Kekeyaan yang demikian tidak dimiliki daerah lain karena memiliki keunikan ditinjau dari filosofi yang terdapat didalamnya. Kata kunci: gunungan, bentuk, ragam.

    Item Type: Other
    Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
    Divisions: Faculty of Art and Design > Interior Design Department
    Depositing User: Ronald Hasudungan Irianto
    Date Deposited: 03 Nov 2014 08:41
    Last Modified: 03 Nov 2014 08:41
    URI: http://repository.petra.ac.id/id/eprint/16754

    Actions (login required)

    View Item