Logo

Makna Simbolik Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Masjid Pathok Negara Yogyakarta

Sari, Sriti Mayang (2009) Makna Simbolik Nilai-Nilai Budaya Jawa Pada Masjid Pathok Negara Yogyakarta. In: Ke-Bhinekaan Ruang di Arsitektur Nusantara, 09-10-2009 - 09-10-2009, Surabaya - Indonesia.

[img]
Preview
PDF
Download (944Kb) | Preview
    [img] PDF (Plagiarism Check)
    Download (2662Kb)
      Official URL: www.arch.its.ac.id

      Abstract

      Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda dengan kebudayaan suku bangsa lainnya. Hal ini membuktikan bahwa peradaban bangsa yang bersangkutan memiliki pengetahuan, dasar-dasar pemikiran dan sejarah peradaban yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Demikian pula halnya dengan suku bangsa Jawa. Ia memiliki pengetahuan yang menjadi dasar pemikiran dan sejarah kebudayaannya yang khas, di mana dalam epistemologi dan kebudayaannya digunakan simbol-simbol atau lambang-lambang sebagai sarana atau media untuk menitipkan pesan-pesan atau nasehat-nasehat bagi bangsanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik nilai-nilai budaya jawa pada Masjid Pathok Negara Ploso Kuning Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Pathok Negara Ploso Kuning, di lingkungan Kraton Yogyakarta, merupakan ekspresi budaya untuk menyampaikan pesan-pesan melalui susunan ruang dan simbolisme, dan sebagai cerminan masa lalu. Dalam konteks masjid Pathok Negara, sebagai bagian dari bangunan Kraton, makna ruang akan selalu terkait dengan fungsi keraton sebagai pusat religi, filosofi dan kultural. Peran tradisional yang disandang oleh masjid Pathok Negara Ploso Kuning sebagai salah satu masjid kraton adalah peran-peran simbolik yang merupakan penerusan mental �konsentrik�, menghadirkan entitas pusat sebagai bagian yang penting. Lingkaran konsentris yang didapat menunjukkan hubungan antara masjid pathok negara dengan kraton sebagai pusat. Latar belakang pendiriannya menggunakan konsep mancapat, dengan konsep ini tradisi Jawa mengerangkakan berbagai elemen, warna, dewa pelindung, dsb. sehingga masing-masing mendapatkan posisi tersendiri terhadap elemen yang lain. Secara spasial sistem ini paling dominan, dengan posisi empat penjuru angin, dimana masjid Ploso Kuning sebagai salah satu arah penjuru utara dengan masjid Agung sebagai pusatnya (pancer) di tengah sehingga menjadi suatu mancapat.

      Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
      Uncontrolled Keywords: makna simbolik, nilai budaya Jawa, Masjid Pathok Negara Ploso Kuning
      Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
      Divisions: Faculty of Art and Design > Interior Design Department
      Depositing User: Admin
      Date Deposited: 08 May 2020 09:40
      Last Modified: 23 May 2020 05:45
      URI: http://repository.petra.ac.id/id/eprint/18733

      Actions (login required)

      View Item