Logo

Analisis penggunaan koreksi beta pada perdagangan saham tidak sinkron (thin market): studi pada bursa efek Jakarta periode 2002-2003

Handoko, Dody and Gautama, Stevanus Oscar (2005) Analisis penggunaan koreksi beta pada perdagangan saham tidak sinkron (thin market): studi pada bursa efek Jakarta periode 2002-2003. Bachelor thesis, Petra Christian University.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam perdagangan saham di pasar modal selalu terdapat adanya resiko saham. Resiko saham tersebut dibagi menjadi dua, yaitu resiko tidak sistematis dan resiko sistematis. Untuk memprediksikan risiko investasi dalam saham bisa dilakukan dengan menghitung beta (?) saham. Beta merupakan ukuran resiko sistematik relatif individual saham terhadap resiko pasar. Beta berguna untuk menentukan resiko investasi saham, sehingga banyak digunakan untuk penelitian empiris dalam bidang keuangan. Kenyataannya pada pasar saham, banyak saham yang berada pada perdagangan tidak sinkron, untuk itu nilai beta yang dihasilkan berdasarkan hasil kalkulasi juga mutlak untuk dikaji ulang agar beta tersebut bisa digunakan sebagai dasar untuk memprediksikan tingkat resiko dari saham bersangkutan Untuk itu, diperlukan koreksi atas bias pada beta yang dihasilkan untuk saham yang masuk dalam perdagangan tidak sinkron. Hasil kesimpulan berdasarkan pada hasil pembahasan mengenai koreksi beta pada perdagangan tidak sinkron dapat dipahami bahwa dari 328 saham yang dianalisis pada periode tahun 2002 sampai tahun 2003, sebanyak 148 saham termasuk dalam perdagangan saham tidak sinkron. Penyebab terjadinya perdagangan tidak sinkron di Bursa Efek Jakarta tersebut disebabkan bukan karena perdagangan paruh waktu tetapi karena saham bersangkutan memang tiak terjadi transaksi, bahkan terdapat beberapa saham yang selama dua tahun tidak diperdagangkan diantaranya saham Adindo Foresta (ADFO), Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT), Centex Saham seri B (CNTB), Texmaco Jaya Tbk (TEJA), Keramika Indonesia (KIAS), Mas Murni Tbk (MAMIP), Tunas Ridean Tbk (TURI), Pool Asuransi (POOL), Hanson Saham Seri B (MYRXP), dan Bristol- Myers (SQBB). Berdasarkan nilai beta yang diperoleh, maka beta pada perdagangan tidak sinkron tersebut dilakukan koreksi dengan menggunakan tiga metode yaitu metode Scholes and Williams, metode Dimson, dan metode Fowler and Rorke, diperoleh hasil rata-rata yang menunjukkan metode Fowler and Rorke adalah metode yang terbaik untuk digunakan analisis perdagangan tidak sinkron. Hal ini karena metode Fowler and Rorke menghasilkan nilai beta yang paling mendekati angka satu (1) dibandingkan dengan dua metode lainnya.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Non synchronous trading, stock, beta, Scholes and Williams, Dimson, dan Fowler and Rorke
Subjects: UNSPECIFIED
Divisions: UNSPECIFIED
Depositing User: Admin
Date Deposited: 23 Mar 2011 18:48
Last Modified: 13 Apr 2011 12:57
URI: http://repository.petra.ac.id/id/eprint/7354

Actions (login required)

View Item