Yoedo, Yuli Christiana (2009) Tembok Sistem dan Norma Budaya dalam Membangun Kepemimpinan Berspektif Gender di Indonesia. [UNSPECIFIED]
Publikasi1_01052_5421.pdf
Download (3MB)
Abstract
Mewujudkan kepemimpinan yang berspektif
gender bukanlah sebuah tugas yang mudah dan dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat jika
kesetaraan dan keadilan gender belum sepenuhnya terwujud di Indonesia. Banyak usaha telah dilakukan
dan banyak strategi telah dimainkan tetapi tetap saja hasil yang dicapai masih belum sesuai harapan. Dapat
dikatakan salah satu penyebabnya adalah karena keluarga, termasuk orang tua tidak berperan aktif
mengambil bagian dalam proyek besar ini. Jika masing-masing orang-tua Indonesia memperlakukan anakanaknya,
baik wanita maupun laki-laki dengan adil, pemimpin- pemimpin yang berspektif gender pasti akan
bermunculan di mana-mana. Dalam karya Nh. Dini yang berjudul Kuncup Berseri dan Dua Dunia dapat
dilihat gaya orangtua dalam mendidik putra-putrinya secara tidak adil. Anak laki-laki diperlakukan lebih
istimewa daripada anak perempuan. Menurut prinsip Feminisme, perlakuan yang berbeda tersebut
merupakan pengaruh dari sistem Patriarki yang berakar kuat dalam masyarakat Jawa. Dalam makalah ini,
penulis mencoba menunjukkan perilaku orangtua yang dapat menjadi halangan bagi terwujudnya
kepemimpinan yang berspektif gender dan penyebab dari timbulnya perilaku tersebut. Selain itu, penulis
juga memberi perhatian pada usaha tokoh-tokoh utama wanita dalam memperjuangkan haknya untuk
memperoleh kesempatan mengaktualisasikan dirinya agar dapat berperan dalam pembangunan. Sebagai
penutup dapat disimpulkan bahwa jika ingin mewujudkan kepemimpinan yang berspektif gender, keluarga
Indonesia harus bersepakat menolak sistem dan norma budaya yang dapat menjadi penghalang atau
perintang.
| Item Type: | UNSPECIFIED |
|---|---|
| Subjects: | L Education |
| Depositing User: | Admin |
| Date Deposited: | 08 Sep 2019 09:30 |
| Last Modified: | 19 Sep 2019 08:07 |
| URI: | https://repository.petra.ac.id/id/eprint/18421 |
