MENCECAP RASA KEPERKASAAN DALAM TEKNOLOGI VISUAL KECERDASAN BUATAN

Hagijanto, Andrian Dektisa (2023) MENCECAP RASA KEPERKASAAN DALAM TEKNOLOGI VISUAL KECERDASAN BUATAN. In: Seminar Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, 02-11-2023 - 02-11-2023, Yogyakarta - Indonesia.

[thumbnail of Publikasi1_99010_10244.pdf] PDF
Publikasi1_99010_10244.pdf

Download (336kB)
[thumbnail of Publikasi4_99010_10244.pdf] PDF
Publikasi4_99010_10244.pdf

Download (2MB)

Abstract

AI (artificial intelligence) adalah teknologi visual menggunakan kecerdasan buatan. AI
sedang populer dan menjadi harapan bagi orang yang tidak punya kemampuan
menggambar. Aneka teknik visual sekejab dapat dihasilkan oleh alat yang hanya
berdasarkan deskripsi atau perintah berupa serangkaian kata. Teknologi itu mampu
mengubah perintah verbal (prompt) menjadi suatu karya yang representatif lengkap
dengan pilihan teknik visual, bahkan mampu meniru foto. AI membantu orang yang
mungkin tidak berbakat alami dalam seni visual untuk menciptakan karya seni visual
yang menarik dan berkualitas sebagaimana orang berbakat dan profesional.
AI adalah teknologi produk Barat yang pada penelitian ini dipandang sebagai objek
material yang diartikulasikan. Mengunakan perspektif orientalisme, AI dibaca sebagai
cara Barat dalam mendidik Timur. Teknologi menggambar dengan kecerdasan buatan
sebagai cara yang mengubah (baca: memberadabkan) seseorang yang tidak mampu
berkarya seni menjadi piawai bagai visualizer profesional.
Selain itu penggunaan AI menjadi bentuk hibriditas individu masyarakat yang mengalami
perpaduan budaya lokal dan unsur budaya yang diimpor atau diintegrasikan melalui
interaksi dengan kekuatan dari luar negeri. Dalam konteks AI, seseorang yang berasal
dari latar belakang lokal dan menguasai teknologi mengalami identitas hibrid karena
teknologi AI memiliki akar dalam budaya dan nilai-nilai asal dari negara produsennya.
AI memiliki potensi untuk memperkuat identitas lokal dengan memungkinkan individu
untuk menggabungkan elemen teknologi Barat dengan nilai-nilai dan kebijaksanaan lokal
Timur.
Timur yang mahir menggunakan teknologi Barat sebagai pemberdayaan diri. Itu menjadi
ungkapan kolaborasi global yang menguntungkan keduanya. Barat beroleh keuntungan
finansial, Timur beroleh rasa keperkasaan.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: artificial intelligence, orientalisme, hibriditas
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Art and Design > Visual Communication Design Department
Depositing User: Admin
Date Deposited: 29 Feb 2024 15:34
Last Modified: 02 May 2024 16:15
URI: https://repository.petra.ac.id/id/eprint/20944

Actions (login required)

View Item
View Item