Komunikasi Fashion dalam Kebaya Encim dan Batik Peranakan Tionghoa: Sosialisasi dan Diferensiasi

Budianto, Erica Rachel and Bahaduri, Berti Alia and Rismantojo, Sandy (2024) Komunikasi Fashion dalam Kebaya Encim dan Batik Peranakan Tionghoa: Sosialisasi dan Diferensiasi. [UNSPECIFIED]

[thumbnail of Publikasi1_23044_10720.pdf] PDF
Publikasi1_23044_10720.pdf

Download (617kB)
[thumbnail of Publikasi4_23044_10720.pdf] PDF
Publikasi4_23044_10720.pdf

Download (3MB)

Abstract

Fashion, busana dan budaya merupakan fenomena komunikasi dan kultural, dimana komunikasi melalui fashion memiliki fungsi sosialisasi sekaligus diferensiasi. Dalam ranah fashion dan busana, pembentukan kelompok-kelompok sosial dan identitas-identitas individu dibangun melalui proses komunikasi yang kontinu. Fenomena ini tampak dalam perkembangan kebaya encim dan batik Peranakan Tionghoa di Pulau Jawa pada abad ke-19. Kebaya encim merupakan kebaya yang dikenakan oleh wanita keturunan Tionghoa, karena itu memiliki paduan karakteristik visual yang sarat kebudayaan Tiongkok. Wanita Peranakan Tionghoa biasa mengenakan kebaya sebagai atasan, serta dipadu padankan dengan batik Peranakan Tionghoa sebagai bawahan. Pada mulanya, kebaya encim dan batik Peranakan Tionghoa mengikuti karakteristik kebaya dan batik yang dikenakan wanita keturunan Belanda. Hal itu dilakukan untuk mencapai kesetaraan privilise antara kaum keturunan Belanda dan Peranakan Tionghoa. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran komunikasi fashion dalam perkembangan kebaya encim dan batik Peranakan Tionghoa pada abad ke-19 di Pulau Jawa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi fashion dari Barnard serta teori mimikri dan hibriditas dari Lukman. Penelitian ini menegaskan bahwa adanya proses komunikasi fashion yang tercermin dari fungsi sosialisasi dan diferensiasi serta fenomena mimikri dan hibriditas dalam kebaya encim dan batik Peranakan Tionghoa. Sosialisasi tampak dari adanya proses mimikri terhadap kebaya dan sarung batik Belanda guna mencapai kesetaraan kedudukan sosial. Selain itu ada pula fungsi diferensiasi, karena kaum Peranakan Tionghoa melakukan penyesuaian tersendiri terhadap karakteristik kebaya dan batik yang digunakan agar lebih sesuai dengan kultur mereka.

Item Type: UNSPECIFIED
Additional Information: https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/narada/issue/view/739
Uncontrolled Keywords: batik, kebaya encim, komunikasi fashion, Peranakan Tionghoa
Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
B Philosophy. Psychology. Religion > BH Aesthetics
N Fine Arts > NX Arts in general
N Fine Arts
Depositing User: Admin
Date Deposited: 12 Jul 2024 15:09
Last Modified: 18 Jul 2024 16:12
URI: https://repository.petra.ac.id/id/eprint/21059

Actions (login required)

View Item
View Item