Megawati vs Jokowi di Pemilu 2024 (Analisis Semiotika Desain Sampul Majalah Tempo Bara Dalam Sekam Jokowi-Mega)

Ambat, Yeremia Tulude and Lesmana, Fanny (2024) Megawati vs Jokowi di Pemilu 2024 (Analisis Semiotika Desain Sampul Majalah Tempo Bara Dalam Sekam Jokowi-Mega). [UNSPECIFIED]

[thumbnail of Publikasi1_09025_11540.pdf] PDF
Publikasi1_09025_11540.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Publikasi4_09025_11540.pdf] PDF
Publikasi4_09025_11540.pdf

Download (4MB)

Abstract

Situasi politik di Indonesia menghangat di Pemilihan Umum 2024. Keputusan Mahkamah Konstitusi mengubah batas usia pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada 16 Oktober 2023. Hasilnya, Gibran Rakabuming Raka yang masih berusia di bawah 40 tahun berhasil mengikuti konstetasi Pemilu 2024, bersama Prabowo Subianto. Hal ini turut menimbulkan perbedaan pandangan politik antara Jokowi, Gibran, yang justru tidak mendukung Ganjar-Mahfud yang diusung oleh PDIP. Momen ini menjadikan media tidak putus mengulas dan melakukan kritik sosial sebagai salah satu tugasnya. Kondisi inipun terdokumentasi lewat ilustrasi dalam Majalah Tempo di desain sampul edisi “Bara Dalam Sekam Jokowi-Mega” yang sarat akan kritik sosial dalam bahasa visual. Menggunakan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthez, yang menganalisis bagaimana makna denotatif, konotatif, hingga mitos di belakang sebuah objek, peneliti melihat Tempo menggambarkan Jokowi meninggalkan partai yang telah membesarkan langkah politiknya selama ini, PDIP Perjuangan. Momen ini punya banyak analisis pertimbangan, mulai dari ketidakcocokan dalam program pemerintahan, adanya pergesekan otoritas dan kekuasaan antara Jokowi dan Megawati, hingga momen Jokowi yang tidak ada menampilkan penolakan akan keikutsertaan anaknya menjadi bakal calon wakil presiden dari Prabowo Subianto. Hasilnya, efek ‘perpindahan’ kubu yang secara tidak langsung dilakukan oleh Jokowi, membuat Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sah menjadi Capres dan Cawapres terpilih yang ditetapkan oleh KPU. Desain majalah Tempo edisi ini menampilkan kritik media akan tindakan implisit penguasa akan naluri menggunakan aturan negara, untuk menjawab keinginan pribadi. Secara mendalam, kondisi ini mencerminkan feodalisme yang kental pada negara demokrasi.

Item Type: UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Pemilu 2024; Semiotika; Desain Sampul; Majalah Tempo; Jokowi & Megawati
Subjects: N Fine Arts > NE Print media
Divisions: Faculty of Communication Science > Communication Science Department
Depositing User: Admin
Date Deposited: 15 Apr 2025 10:05
Last Modified: 28 Apr 2025 19:39
URI: https://repository.petra.ac.id/id/eprint/21533

Actions (login required)

View Item
View Item